Diambil dari lirik lagu trio limo baleh sekitar 15 tahun yang lalu..

Sejak mengenalmu.. gadis
serasa hidupku indah berguna
Panah asmaramu.. gadis
adalah cinta pertama bagiku

oh gadisku sa sa sa sayang
dukamu adalah dukaku
oh gadisku sa sa sa sayang
diriku adalah milikmu
oh oh gadisku

Bercinta denganmu.. gadis
hasrat hidupku penuh gelora
kasih sayangmu.. gadis
lembutmu wangi seharum rambutmu

oh gadisku sa sa sa sayang
kau adalah belahan jiwaku
oh gadisku sa sa sa sayang
harapanku ada di tanganmu
oh oh gadisku

engkau gadisku sayangku selalu
kasihku padamu setulus hatiku
engkau gadisku pujaan hatiku
asmara kita semoga abadi

Bercinta denganmu.. gadis
hasrat hidupku penuh gelora
kasih sayangmu.. gadis
lembutmu wangi seharum rambutmu

oh gadisku sa sa sa sayang
kau adalah belahan jiwaku
oh gadisku sa sa sa sayang
harapanku ada di tanganmu
oh oh gadisku

engkau gadisku sayangku selalu
kasihku padamu setulus hatiku
engkau gadisku pujaan hatiku
asmara kita semoga abadi

Work with your heart

Oktober 16, 2006

Adakah dari teman-teman yang bekerja benar-benar dari dalam hati ? Seperti merasa jatuh cinta dengan pekerjaan yang dilakukan ? Seperti mengorbankan segala daya dan upaya untuk pekerjaan ?

Mungkin banyak perusahaan-perusahaan yang berusaha untuk menurunkan misi dan jargon seperti seperti itu kepada karyawannya. Tetapi yang menjadi ganjalan di dalam diri abang, yakinkah memang cinta pekerjaan itu harus dipaksa ? Jelas kalo abang akan menjawabnya dengan lantang TIDAK !!!!!!!!

Memang kalo kita ambil analogi antara cinta dengan pekerjaan, maka sebab-sebab berikut ini mungkin dapat kita telaah sebagai akibat dari mengapa orang banyak yang stress karena pekerjaan:
Cinta bukan sesuatu yang tumbuh karena paksaan.
cinta bukan pula sesuatu yang disuruh atasan.
Cinta adalah sesuatu yang bisa dirasakan, tahu kenapa kita cinta dan tahu harus dibawa kemana cinta itu.

Sekali lagi, ‘terlihat cinta karena dipaksa adalah suatu kemunafikan’. Orang yang selalu datang tepat waktu ke kantor, terlihat sibuk ketika ada atasan, ketika diminta sesuatu menjawab dengan lantang “Siap Pak!” walaupun sebenernya dia tidak suka dengan apa yang diminta, tetapi apa yang dilakukan ketika tidak ada atasan ? Menggerutu karena tidak suka pekerjaan yang diberikan.

Memang tidak fair kalo abang hanya menyalahkah perusahaan atau orang-orang pada level manajerial perusahaan tersebut. Mungkin faktor-faktor penyebab dari hal-hal tersebut adalah:

  • Ketidakterbukaan suatu perusahaan kepada para calon pegawai pada saat rekruitment. Misalnya pada waktu rekruitment diberi janji2 yang muluk-muluk dari suatu perusahaan, akan diberi ini itu, tetapi pada saatnya sebenarnya perusahaan itu tidak bisa memberikan tugas seperti apa yang dijanjikan.
  • Minimnya lapangan pekerjaan di negara kita ini. Sehingga kebanyakan orang akan berpikir. “Ya sudahlah yang penting saya kerja dulu”, memang hal tersebut tidak dapat kita kontrol sebagai kita hanya rakyat jelata, tetapi mungkin harus ditanamkan di dalam diri kita “I have to develop myself, I have to change !!”
  • Sistem kediktatoran, bos menganggap dirinya sebagai raja, without any reason anak buah harus melakukan apa yang dia suruh.

Moral dari tulisan abang ini adalah : Jika sekarang kita tidak bisa mencintai pekerjaan kita, sudah tepat saatnya untuk menulis lamaran kerja yang baru, membicarakan kepada atasan kenapa tidak mencintai apa yang dikerjakan dan meminta untuk mendapatkan role yang baru diperusahaan, atau malah melakukan bisnis yang mungkin dirasa dapat dicintai.

Bagi yang belum mulai bekerja, maka ketika mendapat panggilan dari interview, kenalilah perusahaan tersebut, tanyakan kepada interviewer tentang bagaimana bisnis dari perusahaan tersebut, bagaimana dengan lingkungan kerjanya, dsb.

Kadang kita terbiasa ketika sedang berdebat, sedang bertukar pikiran untuk selalu memotong pembicaraan orang lain. Abang pun sering berbuat demikian. Mungkin karena berpikir terlalu cepat, atau reaksi-reaksi dari otak terlalu cepat dikirimkan ke mulut ya begini lah jadinya…

Bagus buat melihat cerita dibawah ini :

Little Johnny sees his Daddy’s car passing the playground and going into the woods. Curious, he follows the car and sees Daddy and Aunt Jane kissing.

Johnny finds this so exciting that he can barely contain himself as he runs home and starts to tell his mother excitedly.

“Mommy, mommy! I was at the playground, and daddy and…”

Mommy tells him to slow down, and that she wants to hear the story.

So Johnny tells her: “I was at the playground and I saw Daddy’s car go into the woods with Aunt Jane. I went to look and Daddy was giving Aunt Jane a big kiss. Then he helped her take off her shirt, then Aunt Jane helped Daddy take his pants off, then Aunt Jane laid down on the seat, then Daddy…”

At this point, Mommy cut him off and said, “Johnny, this is such an interesting story, suppose you save the rest of it for suppertime. I want to see the look on Daddy’s face when you tell it tonight.”

At the dinner table, Mommy asks Johnny to tell his story. He describes the car into the woods, the undressing, laying down on the seat, and… “then Daddy and Aunt Jane did that same thing Mommy and Uncle Jeff used to do when Daddy was in the Army.”

Moral of the story : “Jangan sekali-sekali selingkuh ngelewatin taman bermain anak-anak”

dalam lamunan abang : “Mana yang lebih dulu, telur atau ayam?”. Mungkin lamunan itu bisa dipakai sebagai analogi dari “Mana yang lebih dulu suatu teknologi atau kebutuhan terhadap teknologi tersebut ?”.

Orang-orang mungkin berpikiran, teknologi hanyalah sesuatu yang mempermudah pekerjaan sehari-hari dalam melakukan sesuatu, dalam hal ini misalnya mempermudah dalam melakukan pekerjaan bisnis sehari-hari.

Sebagai contoh adanya handphone (contoh yang abang ambil karena keseharian abang dekat dengan perangkat tersebut) dapat mempermudah komunikasi antara kolega kerja, atasan, bawahan, maupun pihak-pihak lain. Kita tahu kebutuhan akan komunikasi adalah kebutuhan yang ada tetap ada dari jaman batu, jaman perunggu, jaman perak, jaman emas, revolusi industri, milenium baru maupun masa yang akan datang.

Tetapi yang mengusik abang, “apakah memang karena kebutuhan orang akan komunikasi tersebut maka perusahaan-perusahaan terkenal berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah perangkat yang dapat digenggam dan dibawa kemana-mana sebagai alat komunikasi?”

Mungkin pendapat tersebut ada benarnya, tetapi untuk masa-masa yang akan datang apakah inovasi teknologi harus menunggu adanya kebutuhan-kebutuhan dari pengguna ?. Apakah yang ada dipikiran orang-orang yang menciptakan teknologi terbaru tersebut ?

Dengan adanya inovasi-inovasi teknologi memungkinkan adanya bisnis-bisnis baru (memanfaatkan ketergantungan orang akan suatu teknologi). Wow!!. Abang membayangkan “Kembali ke 15 tahun yang lalu, abang tidak punya alat komunikasi bergerak, tapi bukan berarti abang gak bisa hidup, bukan berarti abang tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari”. Tetapi kenapa sekarang ketergantungan terhadap benda tersebut sangat tinggi ?. Kalaupun sampai saat ini tidak diciptakan handphone, apakah orang akan sangat merindukan kehadirannya ? mungkin ngga juga.

So.. abang berpikir.. apakah benar karena adanya inovasi tersebut sehingga memungkinkan bisnis telekomunikasi begitu pesatnya, atau karena kebutuhan manusia akan komunikasi yang menyebabkan adanya inovasi tersebut. /hmmm…Mungkin bisa dua-duanya.

Tetapi yang perlu diubah dalam paradigma kita, ciptakanlah sesuatu yang bisa membuat orang tergantung kepadanya, pikirkan apa yang tidak dipikirkan oleh orang lain, buat inovasi yang membuat orang tergantung kepadanya, jangan menunggu orang-orang teriak karena butuh baru kita berbuat sesuatu (kayak Busway).

Kalo kita melihat dari pendapat banyak orang “Don’t work hard, work smart!!”. Abang sangat setuju dengan pendapat itu. Kalaupun banyak pekerjaan yang mesti kita kerjakan, kerjakanlah dengan cara yang smart. Memang terdengar mudah, tetapi belum tentu dalam pelaksanaannya semudah anggukan yang kita lakukan ketika mendengarnya.

Akhir-akhir ini memang abang mendapat load pekerjaan yang luar biasa, dari mulai pekerjaan kantor yang memang gak pernah ada abisnya, pekerjaan-pekerjaan di beberapa organisasi yang juga perlu abang laksanakan, maupun sekedar bersenda gurau dengan kawan, gebetan maupun gadis-gadis ) yang menurut abang itupun harus mendapat porsi dalam hidup abang.

Keseharian abang yang dimulai dari berangkat dari rumah untuk menuju kantor customer yang bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Sesampai di kantor customer, abang harus membaca email yang pagi-pagi aja mungkin jumlahnya sudah menyaingi jumlah jari tangan abang (di luar email-email dari mailing list), belum lagi email-email tentang complain dari customer yang harus segera di follow-up. Kadang satu hari abang habiskan untuk follow-up task-task tersebut sampai malam pun tak terasa sudah datang.

Sesampai di rumah pun abang masih membaca email-email yang siang hari sengaja abang tidak baca karena memang gak sempat. Membaca artikel-artikel untuk melengkapi pengetahuan abang tentang pekerjaan.

Abang sendiri bingung, dahulu kala ketika bekerja di tiga perusahaan sebelumnya, jelas abang sangat bisa bersantai-ria haha hihi sana sini, pulang bisa ngafe sana sini, malah jam kerja pun bisa abang habiskan di meja biliar.
Abang melamun:

  • apakah abang terlalu keras bekerja ?
  • apakah abang kurang bisa mengatur waktu ?
  • Kapan abang bisa melototin console e-trading supaya bisa mendapat capital gain dari saham ?(asli akhir-akhir ini boro-boro untuk ngeliatin pergerakan saham, login pun tak sempat)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.